NaB6NaZ5NaV8Nat6NaN5Mqp4LSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Cara Mengecash Smartphone Yang Benar Agar Tidak Cepat Rusak

Cara mengecash smartphone yang benar agar tidak cepat rusak merupakan sebuah cara untuk merawat smartphone agar baterai tidak cepat rusak, namun kebanyakan para pemilik smartphone yang salah di dalam mengecash smartphonenya, sehingga menyebabkan baterai yang di pakai menjadi cepat rusak serta mengalami lowbet.

Hal seperti ini banyak sekali di alami oleh banyak orang  ketika mempunyai samrtphone baru, nah kali ini Aulaku.Com  akan  memberikan sebuah cara mengecash smartphone yang benar agar tidak cepat rusak.

Cara Mengecash Smartphone Yang Benar


Cara mengecash smartphone yang benar sudah banyak di bahas namun kebanyakan orang masih belum mengerti akan cara mengecash smartphone yang benar maka dari itu untuk memperjelas hal tersebut Aulaku.Com  akan membahas secara detail tentang tata cara mengecash smartphone yang benar. baiklah mari kita baca secara lengkap di bawah ini. dan jangan lupa Baca Juga : Tampilan Ponsel Black Shark 2 Pro

Cara Mengecas Smartphone Yang Benar :

1. Jangan biarkan habis sepenuhnya


Banyak yang mengatakan bahwa baterai ponsel pintar harus ditinggalkan sebelum diisi ulang. Ini benar, tetapi ini hanya untuk baterai berbasis nikel, yang sekarang ditinggalkan, sehingga saran di atas tidak relevan.

Smartphone modern saat ini menggunakan baterai lithium-ion, yang juga berbeda dari baterai nikel. Baterai smartphone harus dijaga agar daya yang tersimpan di dalamnya masih di atas 50 persen atau setidaknya 20 persen.

Meski begitu, sesekali baterai juga perlu "dikuras" hingga habis, misalnya sebulan sekali untuk keperluan kalibrasi.

2. Tidak di Cas Overnight


Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan pengisi daya semalaman saat ditidurkan juga tidak baik. Meskipun beberapa pengisi daya dapat memutuskan sambungan listrik jika daya terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu terisi 100 persen juga tidak baik. Mengisi daya baterai sebentar hingga terisi penuh berkali-kali bahkan lebih baik untuk kesehatan baterai daripada dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen terus menerus.
Baterai lithium juga rentan terhadap kehabisan daya karena baterai juga memiliki komponen yang dapat digunakan untuk merusak baterai itu sendiri untuk mencegah baterai meledak. Meskipun tidak terjadi setiap hari, pengguna harus waspada.

3. Hindari tempat panas

Hindari smartphone dari tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan, bahkan jika smartphone dimatikan. Sebab, panas yang terpapar dapat merusak baterai. Baterai lithium idealnya disimpan pada 15 derajat Celcius. Suhu ekstrem yang dapat ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius.

4. Langsung ke soket listrik

Menghubungkan baterai dengan pengisi daya melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Meskipun saat ini metode pengisian nirkabel diperkenalkan, metode ini juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan lebih aman daripada menghubungkan smartphone dengan komputer USB atau laptop menggunakan kabel data / charger.

Nah, bagaimana, sekarang Anda memiliki wawasan yang lebih luas tentang smartphone, bukan? pastinya Anda harus hati-hati agar Anda bisa mendapatkan daya baterai yang bisa bertahan lebih lama. Begitu banyak artikel dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda dan jika bermanfaat, jangan lupa untuk berbagi, karena masih banyak lagi yang membutuhkan pengetahuan ini selain Anda. mari kita lakukan perbuatan baik dengan orang lain. Terima kasih telah bersedia membaca artikel di blog sederhana ini.
Share This Article :
Moh. Shahibul 'Ulum

Saya seorang orang yang suka membaca, menulis, dan melakukan hal yang berkaitan dengan Dunia Teknologi. serta khususnya Search Engine Optimization.

Terimakasih anda sudah berkunjung dan jangan lupa share artikelnya
3673083153873386998