NaB6NaZ5NaV8Nat6NaN5Mqp4LSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Jenis-Jenis Alat Pengukur Tegangan Listrik Di Dalam Memperbaiki Sebuah Komputer

Secara umum, listrik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu listrik statis dan listrik dinamis. Listrik statis adalah listrik yang elektronnya tidak bergerak atau tetap, sedangkan listrik dinamis adalah listrik yang elektronnya dapat bergerak atau bergerak. Dalam listrik dinamis, jika elektron bergerak ke arah yang sama, listrik ini disebut arus listrik DC (Direct Current), tetapi jika transfer elektron berganti-ganti, listrik ini disebut arus listrik AC (Alternating Current).

Arus listrik AC adalah arus listrik yang arahnya selalu bergantian dan jumlahnya selalu berubah untuk membentuk gelombang sinusoidal atau biasa disingkat dengan gelombang sinus. Sementara itu, arus listrik DC adalah arus searah yang benar-benar mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Untuk mengetahui jumlah arus listrik, kita membutuhkan meteran listrik yang baik.

Jenis Alat Ukur  Kelistrikan :

Dalam mengukur listrik ada beberapa alat ukur yang kita gunakan. Untuk alasan ini, alat pengukur diurutkan sesuai dengan fungsinya.

1. AMPEREMETER



Ammeters, adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur arus, baik arus AC atau arus DC. alat pengukur ini biasanya dipasang secara seri terhadap sirkuit / komponen yang akan diukur.

Baca Juga : Cara Mematikan Update Windows 7 Secara Permanen

2. VOLTMETER



Voltmeter, adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan baik tegangan AC maupun tegangan DC. Pengukur ini biasanya dipasang secara paralel dengan sirkuit / komponen yang akan diukur.

3. OHMMETER

Ohmmeter, adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur tahanan suatu komponen atau rangkaian atau resistor. Pengukur ini dipasang secara paralel dengan sirkuit / komponen yang akan diukur hambatannya



Tetapi secara umum, sebagian besar teknisi listrik, listrik atau komputer lebih suka menggunakan alat ukur yang disebut Multimeter / Multitester karena alat ukur ini memiliki sifat multifungsi, karena dalam satu alat ukur dapat digunakan sebagai Voltmeter, Ammeters, dan Ohmmeters.

Bagaimana cara menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan.....?

Sebelumnya, mari kita ketahui bagian-bagian Multimeter analog di atas melalui gambar di bawah ini, dan jangan lupa anda akan keselamatan kerja agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan ketika melakukan pengukuran sebuah tegangan listrik.

Keselamatan kerja

Sebelum menggunakan multimeter di dalam mengukur tegangan lisrtik anda sebaiknya perlu mengetahui serta memahami tentang panduan buku masing-masing multimeter, agar supaya tidak terjadi sebuah hal yang fatal, maka dari itu anda simak ringkasan di bawah ini:

1. Pasang probe sesuai dengan posisinya. 


Probe merah dicolokkan ke terminal (+), dan probe hitam dicolokkan ke terminal com (-). Ada beberapa multimeter yang memiliki probe yang disertakan dengan multimeter sehingga tidak perlu repot-repot memasang.

2. Jenis tegangan. 


Sebelum melakukan pengukuran kita harus tahu jenis tegangan apa yang akan kita ukur, apakah tegangan AC (arus bolak-balik) atau tegangan DC (arus searah). Dengan mengetahui jenis voltase kita dapat menentukan penempatan pemilih di bagian AC atau DC. Jika tegangan yang kami ukur adalah tegangan AC, arahkan pemilih ke bagian AC. Jika tegangan yang kami ukur adalah tegangan DC, maka arahkan pemilih ke bagian DC. Jika kita tidak tahu jenis tegangannya, maka keamanan pengukuran harus mengarahkan pemilih ke AC (karena tegangan DC sebenarnya adalah bagian dari tegangan DC).

3. Tegangan Besar. 


Sebelum membuat pengukuran tegangan, kita harus sudah tahu berapa banyak tegangan akan diukur, untuk memudahkan penentuan Batas Pengukuran. Pemilihan batas pengukuran yang sesuai harus lebih tinggi dari tegangan yang diukur (setiap multimeter dengan merek yang berbeda biasanya memiliki nilai yang berbeda untuk batas pengukuran, jadi kami harus menyesuaikannya). Sebagai contoh: kita akan mengukur tegangan PLN, perhatikan bahwa jenis tegangan AC dan tegangan 220 VAC, maka batas pengukuran yang harus dipilih (jika menggunakan multimeter di atas) adalah 250 atau 1000. Jika kita tidak tahu tegangan untuk diukur, pilih batas pengukuran tertinggi.

  • Perhatikan saat melakukan pengukuran, jangan biarkan ujung probe merah dan hitam saling bersentuhan, karena ini akan menyebabkan korsleting, dan akan merusak multimeter.
  • Pembacaan pointer harus tegak lurus. Saat melihat jarum, jangan biarkan bayangan jarum terlihat (untuk beberapa multimeter, cermin / kaca / cermin biasanya disediakan di antara skala), jika bayangan jarum masih terlihat, hasil penunjukan jarum kurang tepat (presisi). 
Baca Juga : Pengertian sistem orepasi komputer beserta fungsinya 
  • Gunakan alas kaki yang terbuat dari bahan isolasi (sandal, sepatu, keset, tali pergelangan tangan anti-statis / Gelang Anti-statis), sebagai pengaman jika terjadi sengatan listrik (doruuum). Hindari menggunakan karpet sebagai isolator.
Nah, itulah beberapa jenis-jenis alat ukur kelistrikan yang perlu anda ketahui ketika melakukan perbaikan dengan sebuah komputer,laptop, dan alat teknologi lainnya semoga dengan artikel di atas dapat bermanfaat, apabila ada yang tidak mengerti silahkan berkomentar.
Share This Article :
Moh. Shahibul 'Ulum

Saya seorang orang yang suka membaca, menulis, dan melakukan hal yang berkaitan dengan Dunia Teknologi. serta khususnya Search Engine Optimization.

3673083153873386998