NaB6NaZ5NaV8Nat6NaN5Mqp4LSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Bersiap Menantikan Gerhana Matahari Cincin ? Berikut 6 Mitos Gerhana Matahari yang Dibantah NASA

AULAKU.COMGerhana matahari cincin yang akan berlangsung pada tanggal 21 Juni 2020, ternyata sudah sering terjadi. Bahkan fenomena alam ini diklaim telah terjadi sejak ribuan tahun yang silam.

Foto : ZonaBanten



Peristiwa ini – karena telah berlangsung sangat lama – kemudian menimbulkan sejumlah mitos, legenda atau juga kesalahpahaman di masyarakat. 
Untuk meluruskan ini, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics and Space Administration, (NASA) mengeluarkan sejumlah pernyataan terkait beberapa mitos umum tentang peristiwa langit yang luar biasa ini.

Apa saja mitos yang ingin diluruskan oleh NASA tersebut ? Berikut di antaranya :

1. Mitos Gerhana matahari mengganggu kesehatan seseorang

Ada mitos yang menyebutkan bila gerhana matahari terjadi 6 bulan sebelum atau pada hari ulang tahun seseorang, akan menyebabkan ganggung kesehatan. Pihak NASA menyebut peristiwa ini sebagai kebetulan semata. Penyebabnya ? Tidak ada hubungan antara gerhana Matahari dan kesehatan seseorang. Jadi ini murni hanya kebetulan, bukan fakta.
"Di antara sampel acak, Anda mungkin menemukan korelasi seperti itu dari waktu ke waktu, tapi mereka kalah jumlah dengan orang lain yang kesehatan jauh lebih baik (dibandingkan dengan mitos tersebut)," kata NASA.
NASA menjelaskan bahwa itu "bias konfirmasi," atau apa yang terjadi ketika kita mencoba mengingat kapan peristiwa itu terjadi, tapi melupakan semua contoh lain. Itu terjadi karena otak dirancang untuk mencari pola di alam sebagai sifat bertahan hidup.
Bias ini juga muncul ketika orang mengklaim bahwa gerhana Matahari adalah pertanda nasib buruk atau peristiwa kehidupan akan segera terjadi pada mereka. Sebaliknya, sepanjang sejarah, gerhana matahari biasanya didokumentasikan ketika mereka bertepatan dengan peristiwa penting.

2. Mitos Korona matahari selalu terlihat selama gerhana matahari  

Peristiwa gerhana matahari telah sering didokumentasikan sepanjang sejarah. Namun, sinar korona tidak selalu dijelaskan dalam teks sejarah. Deskripsi nyata pertama dari korona pada 3 Mei 1715, oleh astronom Edmund Halley yang menyebut korona sebagai cincin bercahaya putih pucat.
Fenomena ini terjadi ketika bulan menghalangi matahari selama gerhana matahari total. Permukaan bulan tampak benar-benar hitam, hanya dengan korona yang terlihat di tepinya. Itu adalah kesalahpahaman bahwa permukaan matahari benar-benar gelap. Bagian gelap bulan akan memiliki cahaya redup.
NASA menyebut fenomena ini sebagai “sinar bumi." Itu terjadi ketika bumi memantulkan sinar matahari kembali ke permukaan Bulan. Jadi, untuk sementara waktu, bulan tampak gelap selama gerhana. Ada sejumlah kecil cahaya yang dipantulkan dari bumi.


3. Mitos gerhana matahari bisa menyebabkan kebutaan.

Selama gerhana matahari sebagian, bisa berbahaya untuk melihat matahari tanpa kacamata matahari atau proyektor lubang jarum. Menurut NASA jika menyaksikan matahari sebelum gerhana total, maka akan melihat sekilas dari permukaan matahari yang cemerlang dan ini dapat menyebabkan kerusakan retina, meskipun respon instingtual manusia yang khas adalah dengan cepat memalingkan muka sebelum kerusakan parah benar-benar terjadi.
Selama gerhana matahari total, ketika bulan menutupi matahari sepenuhnya dan hanya sinar korona yang terlihat, aman untuk melihat matahari.
"Menjadi satu juta kali lebih redup daripada cahaya dari matahari itu sendiri, tidak ada cahaya korona yang dapat melintasi 150 juta kilometer ruang angkasa, menembus atmosfer kita yang padat, dan menyebabkan kebutaan," tulis NASA.

4. Mitos gerhana matahari dapat meracuni makanan

Gerhana matahari tidak menghasilkan radiasi berbahaya yang dapat merusak makanan. Radiasi yang dihasilkan oleh matahari tidak menjadi lebih berbahaya selama gerhana matahari. 
"Jika itu masalahnya, radiasi yang sama akan merusak makanan di dapur Anda, atau tanaman di lapangan," kata NASA.

5. Mitos gerhana matahari mempengaruhi kehamilan seseorang

Ada mitos yang menyebutkan bila bahwa menyaksikan gerhana matahari dapat mempengaruhi kehamilan, ini juga salah. NASAmenjelaskan bahwa jauh di dalam matahari di mana fusi nuklir terjadi untuk menerangi matahari. Partikel-partikel yang disebut neutrino lahir, dan keluar tanpa hambatan dari matahari ke luar angkasa.
Menurut NASA, partikel-partikel juga melewati benda padat bulan selama gerhana dan sedetik kemudian mencapai bumi dan melewatinya juga. Setiap detik, tubuh seseorang “dihujani” oleh triliunan neutrino ini, tidak peduli apakah matahari ada di atas atau di bawah cakrawala.
"Satu-satunya konsekuensi adalah bahwa setiap beberapa menit beberapa atom dalam tubuh Anda ditransmutasikan menjadi isotop yang berbeda dengan menyerap neutrino. Ini adalah efek yang sama sekali tidak berbahaya, bahkan jika Anda hamil,” tutur NASA.

6. Mitos gerhana matahari total tidak terjadi di kutub Utara dan Selatan

Ini juga jelas merupakan kesalahpahaman. Gerhana total pernah terjadi di Kutub Utara. Tepatnya pada 20 Maret 2015. Menurut NASA, Jalur totalitas gerhana matahari melintas tepat di atas kutub dan berakhir tepat di Spring Equinox. Sementara itu, gerhana matahari total terakhir di Kutub Selatan terjadi pada 23 November 2003.

Share This Article :
Nuzulur Rahman

Saya adalah orang yang sangat suka dengan hal hal yang baru Suka travelling dan tempat tempat bersejarah. Instagram : nuzulrhmn_ Jangan Lupa Difollow

3673083153873386998
.....KLIK 2X (CLOSE).....