-->
NaB6NaZ5NaV8Nat6NaN5Mqp4LSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Resmi, Kemendikbud Izinkan Sekolah Tatap Muka di Wilayah Kategori Ini, Kapan Dimulai? Tunggu Nadiem

Kemendikbud Beri Izin Sekolah Tatap Muka--Resmi,  Kemendikbud Izinkan sekolah tatap muka di wilayah kategori  ini, kapan dimulai? Tunggu Nadiem Makariem.

Masuk Sekolah-Siswa Melaksanakan kegiatan Upacara Bendera pada hari Senin di Sekolah MTs - MA Mambaul Falah Tambilung, Kec. Tambak, Kab. Gresik.


Proses kapan sekolah dibuka, atau pembelajaran tatap muka dimulai, masih menjadi polemik.
Pasalnya, Indonesia belum lepas dari pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Meski demikian, Kemendikbud sudah memberi restu pembelajaran tatap muka, khusus untuk wilayah kategori ini.

Memasuki masa new normal, muncul kekhawatiran yang dirasakan para orang tua terkait kegiatan sekolah.

Yakni, bagaimana keamanan terkait kesehatan anak-anak mereka nantinya. Terkait hal itu, kementerian pendidikan dan kebuadayaan menegaskan, hanya sekolah di Zona Hijau yang dapat kembali membuka pengajaran secara tatap muka di tengah pandemi Virus Corona ( Covid-19 ).

Artinya sekolah tersebut dapat kembali buka untuk menerapkan kegiatan belajar mengajar. Meski begitu, waktu dimulainya tahun ajaran baru belum diputuskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makariem.

"Hanya sekolah di Zona Hijau yang dapat membuka sekolah dengan tatap muka"

Tanggal pastinya menunggu pengumuman Mendikbud, " ujar Plt Direktur Jenderal PAUD pendidikan dasar, dan pendidikan menengah Hamid Muhammad saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (4/6/2020).

Sebelumnya Kegiatan Belajar mengajar memang dilakukan di rumah selama Pandemi Covid-19.

Namun, menjelanng normal baru di sejumlah wilayah, opsi membuka kembali sekolah menjadi perhatian.
Hamid menegaskan kembalinya siswa ke sekolah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal itu untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. "Jaga jarak, pakai masker,  jaga kesehatan, maksimal 15 hingga 18 siswa per kelas" terang hamid

Sementara untuk daerah yang masih berada pada zona kuning, orange, merah tetap akan melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah.

Kemendikbud bersama Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Benacana (SPAB) menyusun materi pengayaan pendukunjg kegiatan belajar di rumah.

Data SPAB per 27 mei 2020 menu njukan sebanyak 646.000 satuan pendidikan terdampak covid-19.
Sedangkan jumlah siswa terdampak mencapai 68.801.708 siswa.

Siswa tersebut melaksanakan kegiatan belajar dari rumah. Dari hasil survei ingkat Seknas SPAB pada bulan April 2020, sebanyak 30,8% responden mengalami kendala belajar dari rumah dikarenakan koneksi jaringan internet.

Kemendikbud telah menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar dari Rumah Selama Darurat Bencana covid-19 di indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud Ainun Na'im mengungkapkan nahwa kegiatan belajar dari rumah (BDR) dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan kurikulum.

Ainun menambahkan, belajar dari rumah tidak harus selalu dijalankan secara online.

Bisa pula menggunakan kegiatana Offline seperti televisi dengan menonton siaran Belajar dari Rumah di TVRI, radio, serta buku ataupun modul belajar mandiri dan lembar kerja.

Arahan Jokowi

Menteri koordinator Bidang Pembangunnan Manusia dan Kebuadayaan (menko PMK), Muhadjir Effendy memberikan tanggapan terkait rencana penerapan new normal, khususnya di sektor pendidikan.

Muhadjir Effendy menyampaikan saran dari Presiden Joko Widodo (jokowi ) untuk benar-benar menggodok secara matang untuk penerapan new normal di lingkup sekolah.

Hal ini disampaikan Muhadjir dalam tayangan Youtube Kompas TV, Jumat (29/5/2020).

Dirinya mengatakan bahwa presiden tidak ingin penerapan New Normal di sekolah diterapkan secara Grusa-grusu. "Untuk penguarangn pembatasan di sektor pendidikan akan kita godok dulu  sematang mungkin," ujar Muhadjir Effendy .

"Jadi pak Presiden wanti-wanti untuk tidak grusa - grusu" imbunya.

Muhadjir Effendy sependapat dengan saran pak presiden, dia menilai bahwa sektor pendidikan harus mendapatkan perhatian khusu. Ia menilai untuk penerapan New Normal di sekolah  masih sangat beresiko jika dilakukan dalam waktu dekat.

Ia menilai untuk penerapan new normal di sektor pendidikan  masih sanagt beresiko dan perlu perhatian khusus. Menurutnya, protok kesehatan di sekolah berbeda dengan sejtor umun lainnya. Terlebih yang dihadapi adalah Anak-anak.

Dirinya tidak ingin Sekolah menjadi Klaster baru untuk penyebaran covid-19.

Selain berdampak buruk pada siswa, pemerintah  juga bisa mendapatkan sorotan buruk.

Sumber : kaltim.tribunnews.com
Share This Article :
Nuzulur Rahman

Saya adalah orang yang sangat suka dengan hal hal yang baru Suka travelling dan tempat tempat bersejarah. Instagram : nuzulrhmn_ Jangan Lupa Difollow

3673083153873386998
.....KLIK 2X (CLOSE).....