-->
NaB6NaZ5NaV8Nat6NaN5Mqp4LSMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANSIMPLE103

Inilah Gejala Tekanan Darah Rendah yang Sangatlah Perlu Untuk Diketahui

Aulaku.com - Darah rendah atau biasa disebut hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah yang berada di bawah 90/60 mmHg. Tekanan darah yang sangat rendah bisa menyebabkan sejumlah gejala yang sangatlah perlu untuk diwaspadai.

Tensi darah rendah

Tekanan darah rendah


Pada kondisi normal, tensi darah seseorang akan berada pada 120/80 mmHg. Tekanan darah rendah bisa membuat Anda merasakan lelah dan pusing.

Tekanan darah yang terjadi pada setiap orang akan turun pada waktu-waktu tertentu. Adapun Beberapa faktor yang membuat tekanan darah menurun di antaranya ialah faktor kehamilan, kehilangan darah dalam jumlah besar karena cedera, gangguan sirkulasi, dehidrasi, reaksi alergi, infeksi pada aliran darah, hingga gangguan endokrin.

Adapun beberapa jenis obat darah rendah juga dipercaya mampu untuk mengatasi tekanan darah yang menurun. Beta-blocker dan nitrogliserin yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung adalah penyebab paling umum. Obat antidepresan dan juga obat disfungsi ereksi juga dinilai dapat menyebabkan hipotensi.

Sering kali kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala yang cukup nyata. Hanya apabila dibiarkan, kondisi tersebut bisa menyebabkan hipotensi yang sangat berbahaya jika tidak ditangani secara tepat.

Mengutip dari laman Healthline, tekanan darah rendah pada umumnya akan menimbulkan beberapa gejala seperti berikut:

- kelelahan
- pusing
- mual
- kulit lembap
- depresi
- hilang kesadaran
- penglihatan kabur

Gejala pun bisa bervariasi tergantung dari tingkat keparahan darah rendah. Tetapi, jika tekanan darah rendah diiringi oleh gejala pusing, pingsan, hingga sesak napas, segeralah untuk meminta pertolongan medis.

Beberapa jenis hipotensi dikenal tidak berbahaya, seperti misalnya hipotensi postural atau ortostatik. Kondisi seperti ini pada umumnya terjadi ketika Anda bangkit dari posisi duduk atau berbaring yang menyebabkan tekanan darah turun secara tiba-tiba lalu menyebabkan gejala pusing. Kondisi seperti ini pun biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit.

Pakar ahli kardiovaskular Nicole Weinberg mengatakan jika hipotensi ortostatik bukan merupakan kondisi darurat medis yang harus ditakuti. Mengutip Insider, Weinberg menyarankan untuk segera berbaring, mengonsumsi makanan asin, lalu menambah asupan air. Cairan mampu meningkatkan volume darah serta membantu tekanan darah berangsur normal.

Akan tetapi, jika Anda sering mengalami gejala tekanan darah rendah seperti pusing atau pingsan, untuk segera berkonsultasi pada dokter. Meski seringkali dianggap tidak berbahaya, namun akan ada situasi medis serius yang bisa dianggap darurat.

"Kemungkinan meninggal karena tekanan darah rendah sangat kecil, kecuali jika dipengaruhi oleh penyakit bawaan lain," kata Weinberg.

Salah satu kondisi yang paling sering terjadi ialah infeksi darah atau sepsis, yang bisa membuat tekanan darah turun. Sepsis akan terjadi ketika bahan kimia yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melawan infeksi meluas hingga mengakibatkan pembekuan darah yang bisa mengurangi aliran darah ke organ vital tubuh seperti jantung, ginjal, hingga otak.

"Hal ini atau tekanan darah rendah karena sepsis bisa berkembang menjadi syok septik dan tekanan darah sangat rendah, bisa berakibat fatal dan harus segera ditangani," kata Weinberg.
Share This Article :
Arie Poller
3673083153873386998
.....KLIK 2X (CLOSE).....